Peraturan & Tata tertib Umum

A.    TATA TERTIB  UMUM

  1. Menjunjung tinggi dan menjaga nama baik almamater.
  2. Bersikap sopan terhadap pimpinan, dosen, asisten, maupun karyawan serta menempatkan diri dengan baik dalam suasana kekeluargaan.
  3. Berpakaian sopan dan rapi selama melakukan kegiatan dalam lingkungan kampus Universitas Kristen Petra.
  4. Tidak boleh menemui dosen/ asisten dosen di rumah berkenaan dengan kegiatan kurikuler (kuliah, responsi, praktikum, asistensi, dan lain-lain) tanpa ada surat pengantar dari Kepala Program.
  5. Dilarang melakukan kegiatan dalam bentuk apapun yang dapat menimbulkan keresahan di dalam kampus atau memakai kampus sebagai ajang percaturan politik praktis.
  6. Dilarang membawa senjata tajam dalam lingkungan kampus kecuali petugas keamanan dan anggota resimen mahasiswa yang sedang bertugas.
  7. Ikut memelihara semua sarana dan prasarana seperti alat-alat laboratorium, koleksi perpustakaan dan fasilitas ruangan milik Universitas Kristen Petra.
  8. Segera melapor kepada unit Keamanan/UPPK/unit terkait, apabila terjadi kerusakan atau kehilangan barang/alat milik pribadi atau Universitas.
  9. Mengganti barang/alat milik Universitas yang karena kelalaian/kesalahan sendiri menyebabkan atau kehilangan barang/alat tersebut.
  10. Tidak merokok di area kampus
  11. Semua usul, saran serta permasalahan yang timbul harus disampaikan lewat saluran yang tersedia. Apabila disampaikan secara tertulis harus menyertakan identitas diri.
  12. Bersedia mematuhi, menerima peraturan akademis dan keuangan yang berlaku dengan segala sanksi yang ditentukan apabila terjadi pelanggaran.
  13. Ikut menjaga ketertiban dalam setiap kegiatan seperti kebaktian, upacara, seminar dan lain-lain yang diadakan oleh Universitas Kristen Petra.
  14. Setiap pelanggaran tata tertib dapat dikenakan sanksi berupa tindakan administrasi sampai dengan pencabutan hak sebagai mahasiswa Universitas Kristen Petra.
  15. Hal- hal yang belum tercantum/ diatur dalam tata tertib umum akan diatur dalam peraturan tersendiri.

 

SANKSI PELANGGARAN TATA TERTIB UMUM

Setiap mahasiswa dapat dikenakan sanksi terhadap pelanggaran tata tertib/ketentuan lain yang dianggap perlu. Sanksi ditentukan dan dikeluarkan oleh Rektor berupa:

  1. Peringatan secara lisan dan tertulis.
  2. Dicabut haknya untuk mengikuti kuliah/praktikum/tugas/ujian untuk mata kuliah dalam kurun waktu yang ditentukan.
  3. Diberhentikan dengan tidak hormat.
  4. Sanksi lain yang dianggap perlu.

 

 

B.    TATA TERTIB UJIAN (UTS, UAS, & Tes Kecil)

  1. Diharapkan hadir dalam ruangan ujian 15 menit sebelum ujian dimulai.
  2. Membawa Kartu Tanda Mahasiswa (KTM)
  3. Menempati ruang ujian dan tempat duduk yang ditentukan.
  4. Menandatangani daftar hadir ujian.
  5. Meletakkan semua tas, buku dan segala macam bentuk catatan di tempat yang ditentukan pengawas.
  6. Keterlambatan lebih dari 15 menit tidak diijinkan mengikuti ujian. Sebaliknya ujian dianggap batal apabila pelaksanaan ujian terlambat lebih dari 15 menit dari jadwal yang ditetapkan tanpa pemberitahuan dari dosen penguji.
  7. Dilarang merokok di dalam ruangan selama ujian berlangsung.
  8. Menggunakan kertas yang disediakan oleh pengawas ujian dalam menyelesaikan soal ujian.
  9. Peserta ujian dilarang meninggalkan ruang ujian selama ujian tanpa ijin pengawas.
  10. Dilarang meminjam atau meminjamkan alat-alat tulis, barang atau perlengkapan ujian dalam bentuk yang lain selama ujian berlangsung.
  11. Dilarang mengaktifkan dan/atau menggunakan handphone atau alat komunikasi lainnya. Alat hitung yang diijinkan untuk dipergunakan adalah kalkulator.
  12. Senantiasa memperhatikan semua informasi, petunjuk dan peringatan pengawas.
  13. Tidak melakukan segala bentuk kecurangan, seperti:
    • Membantu, menerima bantuan atau melihat pekerjaan mahasiswa lain.
    • Melihat catatan-catatan pada kertas yang sudah disiapkan untuk maksud berbuat curang selama ujian buku tertutup.
    • Mengadakan pembicaraan dengan mahasiswa lain selama ujian berlangsung tanpa seijin pengawas.
    • Mengadakan gerakan-gerakan yang dapat membantu terlaksananya kecurangan.
    • Memalsukan kertas ujian/kertas buram, dll

 

SANKSI PELANGGARAN TATA TERTIB UJIAN

Setiap pelanggaran/kecurangan yang dilakukan oleh peserta ujian dicatat dalam berita acara, dan dikenakan hukuman/sanksi berdasarkan berat ringannya kecurangan yang dilakukan. Sanksi tersebut dapat berupa:

  1. Dikeluarkan dari ruangan ujian sebelum ujian selesai oleh pengawas.
  2. Dinyatakan tidak lulus (mendapatkan nilai E) untuk mata kuliah yang bersangkutan. Apabila melakukan kecurangan lagi, akan dikenakan sanksi DO (Drop Out).
  3. Diberhentikan dengan tidak hormat.
  4. Sanksi lain yang dianggap perlu.

 

 

ABSENSI PERKULIAHAN

Pendekatan yang digunakan dalam standarisasi absensi mahasiswa ini adalah pemikiran keikutsertaan mahasiswa dalam proses belajar mengajar di kelas, bukanlah pertimbangan keuangan. Mahasiswa hendaknya mengikuti proses belajar dengan ketentuan:

  1. Absensi tidak berkaitan/tidak mempengaruhi besaran nilai.
  2. Absensi hanya berpengaruh terhadap kelayakan mahasiswa untuk mengikuti UAS, yang dilihat dari 75% kehadiran mahasiswa dari total tatap muka yang direncanakan sebagai syarat mengikuti UAS. Dengan kata lain, kehadiran mahasiswa dalam kuliah kurang dari 75% dari total tatap muka, tidak diperbolehkan mengikuti UAS.
  3. Ketidakhadiran maksimal 25% dari total tatap muka, untuk seluruh/segala alasan/sebab, tidak termasuk kegiatan yang diketahui Wakil rektor III dan Dekan.